Minggu, 20 November 2011

Makalah Psikolinguistik


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan pemerolehan bahasa oleh manusia. Psikolinguistik dan pengajaran bahasa memang tidak dapat dipisahkan, karena fokus pada tumpuan psikolinguistik adalah pemerolehan bahasa, di samping pembelajaran bahasa dan pengajaran bahasa. Untuk itu psikolinguistik tidak bisa dipisahkan dengan pembelajaran bahasa
Anak dan televisi merupakan dua komponen yang susah dipisahkan. Mereka adalah perpaduan yang sangat kuat. Tanpa disadari tontonan televisi dapat mempengaruhi perilaku perkembangan anak. Untuk itu penulis memberikan judul makalah ini dengan“Dampak Televisi terhadap Perkembangan Perilaku Anak”

1.2.       Rumusan Masalah
a.       Apa hubungannya menonton televisi dengan perkembangan perilaku anak usia 5-10 tahun?
b.      Adakah dampak positif dari menonton televisi?
c.       Upaya apa yang seharusnya dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif televisi?

1.3.       Tujuan Penelitian
a.         Untuk mengetahui hubungan menonton televisi terhadap perkembangan perilaku anak
b.        Untuk mengetahui dampak positif dari menonton televisi
c.         Untuk mengetahui upaya yang seharusnya dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif televisi.
1.4.       Manfaat Penelitian
Penulis berharap agar orangtua lebih bijak dalam mengawasi perkembangan perilaku anak agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif sebagai dampak dari kemajuan tekhnologi

BAB II
PEMBAHASAN


2.1.    Hubungan Menonton Televisi terhadap Perkembangan Perilaku Anak Usia 5-10 Tahun
Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan informasi secara cepat. Berbagai acara yang ditampilkan dapat membius pemirsanya. Tanpa disadari tayangan televisi dapat mengubah perilaku anak sedikit demi sedikit.
Anak usia 5-10 lebih mudah terpengaruh dengan tayangan-tayangan televisi, bagi mereka apa yang ia lihat di televisi merupakan kenyataan yang sebenarnya, hal ini di sebabkan anak kecil belum bisa membedakan dunia yang ia lihat di televisi dengan kenyataan yang sebenarnya.Televisi juga dapat memperlambat kemampuan anak untuk bertutur karena cenderung menjiplak begitu saja kata-kata yang terucap dari adegan tayangan televisi. Selain itu televisi tidak memberi peluang anak untuk berfikir, menjadikan anak kurang kreatif karena hanya sedikit memberikan ruang untuk mengembangkan imaginasi. Dampak yang paling buruk adalah bisa membuat anak mengalami gangguan berkosentrasi, mengurangi kemampuan menghitung anak dan memperburuk hubungan anak dengan orangtua.

2.2.    Dampak Positif dari Menonton Televisi
Selain dampak negatif, televisi juga mempunyai dampak positif, antara lain :
a.       Rekreatif
Yang dimaksud rekreatif adalah televisi dapat memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya.
b.      Educatif
Televisi dapat memberikan banyak pengetahuan kepada pemirsanya melalui tayangan-tayangan yang di tampilkan.
c.       Informatif
Televisi dapat menyebarkan media secara cepat. Dengan adanya televisi manusia memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi didaerah lain.

2.3. Upaya yang Harus dilakukan untuk Meminimalisasi Dampak Negatif Televisi
Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif media televisi terhadap perkembangan anak, khususnya yang harus diperhatikan orangtua adalah :
a.       Orangtua harus dapat memilih acara yang sesuai dengan usia anak. Jangan biarkan anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya, serta perhatikan dan analisa apakah acara tersebut sesuai untuk anak-anak atau tidak.
b.      Orangtua sebaiknya mendampingi anak saat menonton televisi. Tujuannya adalah agar acara televisi yang ditonton oleh anak dapat terkontrol.
c.       Orangtua harus mengetahui acara faforit anak dan bantu anak memahami pantas tidaknya acara tersebut di tonton, ajak anak memahami karakter dalam acara tersebut secara bijaksana dan positif
d.      Orangtua sebaiknya tidak meletakkan televisi di kamar anak.
e.       Ajak anak untuk melakukan banyak aktivitas selain menonton televisi.
f.       Ajari anak untuk memperbanyak membaca buku yang bermanfaat
g.      Orangtua harus membekali anak dengan pendidikan agama di luar jam sekolah.




BAB III
PENUTUP


3.1.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a.         Anak usia 5-10 lebih banyak terpengaruh oleh dampak dari televisi. Dampak yang paling buruk adalah bisa membuat anak mengalami gangguan berkosentrasi, mengurangi kemampuan menghitung anak dan memperburuk hubungan anak dengan orangtua.
b.        Selain dampak negatif, televisi juga mempunyai dampak positif, antara lain, rekreatif, educatif dan informatif.
c.         Ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif media televisi terhadap perkembangan anak, khususnya yang harus diperhatikan orangtua.

3.2.    Saran
Untuk meminimalisasi dampak negatif dari acara televisi, sebaiknya orangtua mendampingi secara aktif selama anak menonton televisi. Pilihkan program yang sesuai dengan usia anak. Selain itu, coba tanyakan pada anak film atau acara apa yang paling disukai sehingga orangtua bisa mempertimbangkan apakah film tersebut pantas atau tidak untuk ditonton oleh anak. Lebih baik lagi, bacakan buku untuk melatih percakapan anak secara langsung untuk membantu memperbaiki kemampuan bercakap anak.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar